Jumat, 23 Maret 2012
ENTAH SETAN OR MALAIKAT #2 (CERBUNG) by: @Vhenatasya @@@@@@@@@@@@@@ “Rafa.!” panggil Flora, setengah berteriak. Seperti biasa, Rafael tak menghiraukan. “Ikut aku yuk..” Ucapnya lagi. Tanpa menunggu kata 'iya' dari Rafael, Flora menariknya ke sebuah taman. Bunganya bermekaran, Ramai , Bersih, dan sangat terawat. Flora membawa Rafa duduk di kursi putih yang nampak masih kokoh, tepat di depan danau kecil yang terbentang cukup luas, namun tetap indah. Dari tempat ini mereka bisa melihat matahari terbenam, walau dengan jarak agak jauh. “Gimana? lebih bagus dari pada taman yang kemarin bukan?” Flora tersenyum melihat Rafael. “Aku pulang.” Rafael berdiri dan hendak beranjak pergi sebelum Flora mencegahnya. “Kemana? Tapi aku mau di sini, mungkin hingga matahari terbenam.” “Untuk apa? Dulu aku sering melihatnya, jauh lebih dekat di bandingkan ini.” “Oh ya? Panas?” Flora tersenyum menanyakan hal ini. Karna menurutnya ini lelucon yang di buat Rafael, agar ia tertawa. “Negriku lebih panas dari matahari.” Rafael memulai lagi langkahnya, tapi Flora tak menyerah. “Ayolah Rafa. 1 kali saja kau buatku senang. Setelah ini, tak kan ku memaksamu lagi.” Rafael terdiam sejenak. “Baiklah.” ucapnya kemudian dan kembali duduk di kursi bersama Flora. *#*#* “Indah ya tadi?” tanya Flora ketika mereka siap untuk pulang. Mereka pulang dengan berjalan kaki, karna rumah yang tak jauh dari taman ini. “Seperti biasa.” “Itu indah Rafa.! Coba kamu bayangkan. Pada saat matahari terbenam, ada putri dan pangeran dari kerajaan langit. Mereka memiliki sayap yang putih dan banyak, bisa terbang, dan yang penting, Selalu membawa kebahagiaan.” “Bahagia?” Rafa bertanya bingung. Flora mengangguk. “Aku justru benci mereka,mereka yang membuatku seperti sekarang.!” “Kenapa kau membenci mereka? Siapa yang tidak bahagia melihat makhluk sesempurna itu? seperti sekarang? maksudmu?” Flora bertanya tak henti. “Mereka musuhku. Aku tidak pernah bahagia melihat mereka. Itu hal biasa. Di negriku, sayap itu hanya bulu yang tak berguna. Dan kami tidak memakainya. Kami terbang tanpa sayap, itu lebih menakjubkan.” Ucap Rafael sambil terus berjalan. Dia tak melirik Flora sedikitpun. “Mana ada di Indonesia ini yang menganggap bulu tak berguna?” “Di negriku, bukan Indonesia.” “Sekarang kau ada di Indonesia.” Rafael diam, dia tak melanjutkan perdebatannya. Dia sadar betul. Flora pasti bingung dengan ucapannya. Berkali-kali ia bilang kata ‘Negriku’, tapi justru berbalik dengan fakta yang ada di Indonesia. Mana pernah Indonesia panas melebihi matahari? *#*#*# “Rafa..!” seseorang berteriak. Rafa kali ini menoleh. Karna dia tahu, bukan Flora yang memanggilnya. “Ada apa Gan?” tanya Rafael ketika lelaki itu telah ada di hadapannya. “Kemana kemarin kau dengan Flora?” “Taman.” “Taman? Kau yakin? Taman yang mana?” “Entah, banyak bunga disana.” “Itu pasti sangat buruk.” “Yah, disana juga ramai, dan banyak orang menebar senyum.” “Oh, ya? Seharusnya kau pergi dari tempat itu. “ “Ya.. seharusnya memang begitu. Tapi, tidak masalah bukan? Jika aku sekali saja membahagiakan Flora.” “Justru masalah Rafa.!” datang seseorang yang entah dari mana. Orang itu tiba-tiba berdiri di antara Rafael dan Morgan.“ingat..! kau disini menjalankan hukuman agar dewa memaafkanmu. Bukan membuatmu semakin di murkai dewa.” sambungnya. “Bukankah dengan aku mendiamkan dia, itu telah membuatnya menderita?” “Lantas? Kenapa kau justru ingin membuatnya senang?” “Hanya sekali.!” “Walaupun sekali, Dewa pasti tau.” “Iya. Aku tidak akan mengulanginya lagi.” Rafael menjabat tangan ke 2 sahabatnya itu. Kemudian pergi melanjutkan langkahnya menuju sekolah. Siapa ke 2 lelaki itu? (yang 1 pasti udah tau ya?) Hukuman apa yang dijalani Rafael? Dan mengapa dia dihukum? Buat yang bingung : Ini cerita Fantasi. Jadi, berhubungan sama alam-alam lain
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar