Jumat, 23 Maret 2012

AKU KAMU DAN BINTAMG ITU by: @Vhenna_Vhen (on twitter). Maaf ya kalo jelek. Comment di tunggu bgt.. (ɔ ˘⌣˘)♥(˘⌣˘ c) (ɔ ˘⌣˘)♥(˘⌣˘ c) (ɔ ˘⌣˘) ♥(˘⌣˘ c) deh. @@@@@@@@@ Satu ikatan antara aku dan kamu, tetapi tak urung merubahmu. Satu sentuhan belai tanganku padamu, tetapi tak jua menyanjungmu. Bahkan, satu untai kalimat cinta dari bibirku, tak dapat mengalihkan pandanganmu. "Aku benci bintang itu!" ucapku, kemudian pergi mendahuluinya. "Jangan seperti anak kecil, Dicky. Kau masih saja iri dengan bintang itu." kata-katanya menghentikan langkahku. Dia bilang aku seperti anak kecil? lalu dia apa? anak dewasa? cuiih.... bahkan saat makan malam denganku saja, dia lagi-lagi hanya melihat benda tak jelas bentuknya itu. "Kau apa? dewasa? sedewasa apa? bahkan saat-saat seperti ini, selalu benda itu yang kau lihat. Tak puas kau melihatnya setiap malam?" "Tidak!" jawabnya tegas. "Apa?" Keylin. Dia benar-benar membuatku jengkel. "Dia indah." "Cuiih! Bahkan bentuknya pun tak jelas. Bentuk apa itu? 5 segitiga dengan susunan...., susunan apa itu?" "Dicky.... Kau ini pacarku! seharusnya kau dapat mengerti apa kesukaanku. Kau berbeda." Dia menangis meninggalkanku. Bagus. Bukankah aku duluan yang marah padanya? mengapa dia duluan yang meninggalkanku? apa aku keterlaluan? @@@@@@ 'Dicky.... Kau ini pacarku! seharusnya kau dapat mengerti apa kesukaanku. Kau berbeda.' Ucapan Keylin kini benar-benar terngiang jelas dalam fikiranku. Aku benar-benar tak habis fikir, aku merasa semua ini mimpi burukku. Baru tadi malam ia menangis di depanku. Sekarang ia sudah memeluk tubuh seorang lelaki berperawakan tegap dengan wajah tampan itu. "Bagus ya, Key." "Dic, Dic, ky?" "Kenapa? ternyata selama ini aku salah menilai hubungan kita. Pantas di akhir bicaramu kau bilang aku berbeda. Aku memang berbeda dengan kekasihmu yang baru itu, bukan?" "Pantas selama kita berpacaran, tak sedikitpun kau meluangkan waktu untukku, bahkan saat siang sedetikpun kau tak menghubungiku." Dia diam... Kulihat tangan lelaki itu masih menggenggam erat lengan Keylin. Dia bahkan tak peduli aku naik pitam di permainan yang mereka buat ini. (bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar