Minggu, 20 November 2011

Cerpen karya ku yg pertama. Enjoy reading guys. Jgn lupa tingggalkan jejak mu. Maaf kalo jelek. Cekidot .... KUTEMUKAN PENGGANTIMU " Aku mau kita putus Wi. " Ucap seorang laki-laki bernama Ronald. " Kenapa Ron ? Aku salah apa ? " Tanyaku. " Karna slama ini aku nggak pernah cinta sama kamu Wi. " Jawab Ronald. " Kenapa Ron ? " Tanyaku lagi. " Karna... Karna aku hanya membuatmu sebagai bahan taruhan... " Jawab Ronald hati- hati. " Maksudmu ? " Tanyaku yang sangat tidak percaya. " Iya Wi,aku hanya menggunakanmu sebagai bahan taruhanku dengan David. " Jawab Ronald. ' PLAKKK ' satu tamparan indah berhasil mendarat dipipi mulus Ronald. Mungkin,sakit di pipi Ronald tak sesakit sakit di hatiku. " Gitu ya Ron ? Kamu pikir aku barang apa hah ? Aku manusia Ron ! Manusia biasa yang PUNYA HATI ! " Marahku mencaci. " Mulai sekarang,jangan pernah anggap kita pernah kenal,aku benci kamu Ron !!! Aku benciiii !!! " Lanjutku. Segera kulangkahkan kaki satu persatu meninggalkan tempat itu. Semakin jauh ku melangkah,ku berharap semakin jauh pula kenangan itu. Tapi apa dayaku ? Aku telah terpaku pada 1 cinta. 1 cinta yang tulus untuk Rafael. Langkahku gontai tanpa arah tujuan,sampai aku bertemu dengan jembatan. " Buat apa aku hidup lagi ! Buat apa Tuhan ? " Teriakku putus asa. Kaki kananku mulai menginjak batang jembatan,disusul kaki kiriku. Kini aku telah berdiri diatasnya,tinggal menunggu satu hembusan angin menjatuhkanku,tapi.. ' HAP ' Seorang laki-laki memeluknya dari belakang,laki-laki itu membawanya ke pinggir agak menjauh dari jembatan itu. " Apa kamu sudah gila ? " Tanya laki-laki itu. " Iya Dicky ,aku sudah gila... " Jawabku. " Kenapa Dewi ? Ada apa ? Kenapa kamu sampai melakukan hal bodoh seperti ini ? " Tanya laki-laki itu,Dicky. Aku tak kuasa mengucapkan smua kejadian yang baru saja kualami,butiran butiran bening mulai mendesak keluar dari tempatnya,wajahku memerah,dan air mata itu kian tak terbendung lagi. ' TES ' setetes air mataku sudah jatuh dari tempatnya,kian lama kian deras,kian lama kian mengenaskan untuk dilihat. " Dewi,kumohon jangan menangis... " Bujuk Dicky. Dicky mendongakkan wajahku lalu menghapus air mata yang telah mengalir di pipiku. " Ronald dick,dia cuma buat aku sebagai bahan taruhan... " Jelasku terisak. Dicky seketika terkejut dengan ucapanku,namun dengan segala cara ia menyembunyikannya dariku... " Apa benar seperti itu ? Harusnya kamu bersyukur mengetahui semuanya... " Jawab Dicky bijak. " Kenapa harus sekarang Dick ? Kenapa harus disaat aku mulai mencintainya !? " Tanyaku. " Daripada kamu tidak tahu selama lamanya ? " Tanya Dicky berbalik. " Begini Dewi,memang sakit mendapati sebuah kenyataan yang sulit,tapi lebih sakit lagi mendapat kenyataan itu dari mulut orang lain. Lebih baik kamu tahu sekarang,daripada kamu tahu belakangan,iya kan ? Dan untuk hal bodoh yang barusan,buat apa Dewi ? Buat apa ? Kamu mau apa ninggalin smua org yg sayang kamu demi seorang Ronald ? Nggak kan ! " Terang Dicky bijak. Sejenak aku terdiam,dengan segala akal sehat yang terisisa diotakku,ku mencoba mencerna smua ucapan Dicky,lalu dalam pikirku terlintas suatu hal... 'Benar kata Dicky,untuk apa aku sebodoh ituu !!' Ucapku dalam hati. Aku pun bergerak dalam diamku,kurengkuh tangan Dicky lalu menghambur ke peluknya,membaur dalam hangatnya kasih seorang Dicky santoso. " Makasih ya Dick,emang cuma kamu yang tau aku... " Jawabku. " Gunanya akuu ! " Jawab Dicky bercanda. " Hehe,makasih ya :) " Ucapku sekali lagi. " Ah,makasih mulu nih. Pulang yuk,dingin nihh..." Ajak Dicky. Yaa,begitulah Dicky,sejenak sangat bijaksana,sejenak seperti anak kecil. Lucu bukan ? " Helloow ?? Bengong sih ? " Tegur Dicky. " Hehe,iya,ayoo pulang ! " Jawabku. Aku pun berjalan berdampingan dengan Dicky. Malam itu sunyi,namun terasa damai. Rasanya... Aku sudah bisa sedikit melupakan sakit didada ini,kenapa ? Aku pun tak tau kenapa ! " Nih,udah sampai... Dirumah langsung bobo ya,jangan nekat lagi lhoo ! Awas aja kalo nekat aku panggilin Pak RT ! " Ancam Dicky bercanda. " Pastinya Dick,buat apa bertingkah bodoh lagi ? " Tanyaku. " Baguslah Dewi kamu sudah menyadarinya ! " Jawab Dicky. " Aku masuk ya... " Pamitku. " Yupz,aku juga pulang... " Jawab Dicky. " Hati-hati ya... " Pesanku. Dicky hanya mengangguk lalu meninggalkanku dengan senyum yang tersungging diwajah tampannya,entah mengapa senyum itu masih terbayang lekat di otakku. Aneh ! **** Semenjak hari itu,aku dan Ronald kian jauh... Jauh,jauh sekali,tanpa ada sapaan dan tanpa teguran. Susah awalnya untuk lupa pdanya,tapi kian lama biasa saja. *** Next ==>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar